PENGADANGAN BARAT – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi kembali memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan Desa Pengadangan Barat. Kali ini, fokus pengabdian menyasar sektor pendidikan melalui peluncuran Aplikasi Pembelajaran Interaktif yang diserahkan langsung kepada SDN 1 Pengadangan Barat dan SMPN 1 SATAP Pengadangan Barat. Penyerahan produk digital ini dilakukan pada Hari Senin 15 Desember 2025 di Aula Kantor Desa , disaksikan oleh Kepala Desa, jajaran guru, serta perwakilan wali murid. Program ini merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN untuk mengenalkan teknologi tepat guna sejak dini kepada pelajar di desa. Solusi Belajar yang Menyenangkan Aplikasi yang dirancang oleh mahasiswa KKN ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan metode pembelajaran yang lebih variatif. Aplikasi ini tidak hanya berisi teks pelajaran, tetapi juga dilengkapi dengan elemen visual, kuis interaktif, dan simulasi sederhana yang membuat materi pelajaran lebih mudah dipahami dan tidak membosankan. Ketua Kelompok KKN, Andika Prasetiyo, menjelaskan bahwa aplikasi ini didesain agar user-friendly atau mudah digunakan, baik oleh guru sebagai media ajar maupun oleh siswa untuk belajar mandiri. "Kami melihat potensi besar pada adik-adik di SDN 1 dan SMPN 1 SATAP. Melalui aplikasi ini, kami ingin menanamkan semangat bahwa belajar itu seru dan teknologi bisa menjadi teman belajar yang asyik," ujar [Nama Ketua Kelompok]. Spesifikasi untuk Dua Jenjang Produk digital ini telah disesuaikan dengan kurikulum dan kebutuhan masing-masing sekolah: Untuk SDN 1 Pengadangan Barat: Aplikasi difokuskan pada pengenalan literasi dan numerasi dasar dengan tampilan animasi yang berwarna-warni untuk menarik perhatian siswa sekolah dasar. Untuk SMPN 1 SATAP: Aplikasi memuat pendalaman materi mata pelajaran inti serta latihan soal-soal berbasis logika untuk melatih kemampuan berpikir kritis siswa. Apresiasi Pemerintah Desa Kepala Desa Pengadangan Barat, Bapak Suherman S,H, memberikan apresiasi tinggi atas inisiatif ini. Menurut beliau, bantuan perangkat lunak (software) pendidikan ini sangat sejalan dengan visi desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).





Admin